Rabu, 13 Oktober 2010

Separuh hati

oleh: Riwan kusmiadi



ku mengerti bagaimana kesepianku, seperti awan perlahan turun di kabut pagi tanpa angin,
seperti sepasang dara terpisahkan oleh badai diatas samudra,
seperti danau tenang yang hanya kusebrangi dengan perahu yang terkelupas warnanya,

jika pun boleh wahai dinda... sudilah kusibakkan pelangi dengan kedua imajinasiku.
dan akan ku raih bunga ilalang itu
lalu perlahan kuselipkan walau setangkai dirambut hitam indah mu.

langit....
ingin Ku katakan padanya dengan penuh cinta
seperti tangan tangan awan yang lembut dengan lentik jemarinya menyentuh diujung rembulan...
Ku sapa dirinya dengan kaki tanah yang kotor namun suci yang melambaikan bunga rumput dengan penuh cinta.
Seketika itu ia terbang ...
dan kembali menggapai bumi dengan perlahan seraya mengangukkan dagunya yang lembut.

dinda,... dengan kejujuran kuingin engkau mengerti.
bukan maksud hati tuk menakhlukkan dirimu
tapi ku hanya ingin memberikan separuh hati ini untuk mu.
agar engkau merasa bahagia dengan sepenuh hati hingga tiada sisa.


Tidak ada komentar: